Tanah ini mungkin merasakan basahnya airmata yang tertumpah tapi tidak rasakan lirihnya.
Detik waktu obati lukanya tapi tidak sembuhkan lukanya
Tapi berjanji lah pada dirimu untuk tetap kuat dan tidak menyerah. Karena sejatinya menyerah merupakan bentuk rasa tidak hormat diri mu kepada dirimu sendiri
– VIE SOBERATTA-
Hai ombak…Bolehkah aku ikut berderu bersamamu agar tak ada yang menyadari tangisku?
Bolehkah aku ikut hanyut dalam dekapanmu untuk lupakan dukaku.
Senja hari ini tak terlihat sama, Aku melihatnya dengan tatapan rindu namun semu.
Aku memohon semesta dan indahnya untuk sampaikan salamku pada mereka yang kucintai. Sampaikan dengan cinta dan kasih kepada jiwa yang sejatinya sudah mereka bawa.
– VIE SOBERATTA-
Pasir pasir ini berderik merdu menenangkan jiwaku yang sendu.
langkah per langkah membawaku pada kenangan lalu. Izinkan aku bertemu kembali dilain waktu. Ketika ragamu dan ragaku tak bersatu, tapi mungkin jiwamu dan jiwaku saling tau.
-VIE SOBERATTA-
Angin tepi pantai menerpa lembut wajah Ku.
warna biru indah pantai melukiskan indahnya sesosok wajah di hatiku.
aku mulai merasa aroma pantai ini persis aroma kenangan yang terlewat.
-VIE SOBERATTA-
Rasa rindu dalam hatimu itu valid, tapi itu bukan faktanya
Keduanya adalah hal yang berbeda
sadar bahwa rindu itu bukan kenyataan maka Rasakan saja tapi tidak untuk dipaksakan.
Lepaskan dan IKHLASKAN.
-VIE SOBERATTA-
