Tips Menghadapi Fraud Kartu Kredit dan Langkah Pencegahan

Credit Card Fraud

Hi everyone, welcome back to my website. Kali ini saya akan memberi sedikit tips untuk kalian jika kalian mengalami Fraud Kartu Kredit atau dalam bahasa Indonesia “Pembobolan Kartu Kredit” yang mana kalian akan mendapatkan sms atau email dari Kartu Kredit bank terkait bahwasannya kita baru saja melakukan transaksi padahal kita justru tidak melakukan transaksi apapun. Seram kan ya? Dan pasti kaget kan? apalagi jika nominalnya tidak sedikit. Tapi, semoga aja ga terjadi yak ke kalian semua. Semoga kalian semua aman sentosa dalam menggunakan Kartu Kredit.

First of all, saya akan menceritakan terlebih dahulu kronologi ceritanya. Jadi, pada tanggal 29- September 2018 terdapat 4 transaksi yang tidak kami lakukan tapi saya tidak notice karena ketutupan sms dari beberapa promo promo yang selalu dikirmkan lewat sms. Lalu pada jam 02.00 Wib kami ditelvon oleh pihak bank namun karena sudah tidur, maka telvon tersebut tidak terangkat. Kemudian, pihak Bank terkait kembali menelvon pada jam 07.00 Wib, saat itulah pihak dari Bank terkait memberitahukan perihal Fraud yang terjadi pada Kartu Kredit. Jujur aja, saat itu saya sangat kaget. Pagi-pagi dikabarin hal yang tidak diharapkan sama sekali. Saya panik karena memang saya tidak memiliki asuransi untuk Kartu Kredit. Kala itu saya langsung cek dan buka SMS pemberitahuan transaksi siluman tersebut yang ketutup SMS promo-promo, dan benar saja ada 4 transaksi ke Amazon.com. kurang lebih begini bentuk transaksinya. Jadi, semua transaksinya sudah dalam bentuk Rupiah ketika di beritakan lewat sms.

Lampiran data transkasi :

Amazon.com.INC             IDR 14,917,00

PMZ RAPPI                         IDR 49,721,00

PMZ RAPPI                         IDR 2,140,489,61

PMZ RAPPI                         IDR 49,721,01

Nah, kurang lebih inilah transaksi yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab itu. Menurut informasi dari CS Kartu Kredit terkait, transaksi tersebut dilakukan di Bogotta, Kolombia, Amerika Selatan. Saat itu, mustahil sih kalo tidak panik, pasti kaget banget dan speechless. Pihak Bank menemukan kejanggalan dalam transaksi tersebut, oleh karena itu kartu kredit langsung di blokir sementara dan menelvon pihak pemegang kartu kredit untuk selanjutnya di tindak lanjuti. Saya selanjutnya megikuti langkah-langkah yang diminta oleh Pihak Bank berupa menyerahkan dokumen- dokumen untuk selanjutnya di proses.

  1. Scan CardHolder Statement of Claim yang sudah di tanda tangani (Pihak Bank akan mengirimkan Scan CardHolder Statement of Claim ini ke e-mail kita dan tingal kita tanda tangani lalu kita scan ulang )
  2. Foto Kartu Kredit yang sudah di Gunting (bener-bener digunting ya guys)
  3. Foto KTP
  4. Surat Pernyataan yang ditulis tangan oleh CardHolder

Nah, setelah siap semua dokumen yang di minta lalu kita kirimkan ke e-mail yang di minta. Nah, semua dokumen tersebut dikirim pada tanggal 29 September 2018. Tagihan Kartu Kredit dikirim kan per tanggal 4 setiap bulannya, dan benar saja tagihan tersebut masuk di dalam tagihan di bulan Oktober. Namun, kertas tagihan tidak sempat saya foto untuk ditampilkan. Singkatnya, saya menghubungi lagi pihak Bank untuk mempertanyakan perihal ini, karena jika ini tidak dibayarkan maka kita akan terkena bunga di tagihan berikutnya. Pihak Bank terus mengupayakan yang terbaik karena memang ini system dari pihak per-kreditannya. Akhirnya, saya tetep menunggu kabar dari pihak Bank, lalu sebelum medekati jatuh tempo tanggal 21 saya menelvon pihak Bank lagi menanyakan perihal Kartu Kredit yang terkena Fraud itu, apakah transaksinya sudah dihapuskan atau belum, dan ternyatah transaksi nya BELOM DI HAPUS PEMIRSAAAHHH…disitulah naik sasak aisyah kan ya, like WHAT??? Lalu pihak bank menawarkan opsi kepada saya untuk terlebih dahulu membayar tagihannya nanti setelah dihapuskan uang yang kita bayarkan dikembalikan oleh pihak Bank, solusi ini benar-benar membuat saya tiba-tiba akan berubah jadi Hulk dan menghijau, agak emosyong lah saat itu dan mohon maaf ya mbak, saya aslinya ga pemarah tapi kalo soal begini mah ga mungkin ga kesel la ya, terus saya bilang ke mbaknya kalau kita ini Nasabah Prioritas, I mean put your effort to this case please. Setelah marah-marah mama menenangkan saya dan meminta saya  untuk sabar dan percayakan saja ke mereka, yaudahlah baik. Singkatnya saya menunggu tagihan di bulan November apakah tagihan Fraud tersebut sudah dihapuskan atau belom, VOILA alhamdulilah tagihan tersebut dihapuskan dan saya tidak perlu membayar transaksi yang saya tidak lakukan itu. Terima Kasih pihak Bank terkait, maaf saya marah-marah saat itu hehe, dan terima kasih banyak karena melakukan yang terbaik dan proses penghapusan transaksi FRAUD nya tergolong cepat. Karena, kalau pas baca di internet banyak yang kasus Fraud nya baru selesai setelah 5 bulan,vbut thank God yang kasus saya prosesnya tergolong cepat. Karena tidak sampai 1 bulan pemrosesan.

Baiklah, berikut tips dari saya ketika menghadapi Fraud Kartu Kredit :

  1. Don’t be panic. Ya panik diawal bolehlah namanya juga kaget ga sih, ga pake kartu kreditnya tau tau ada transaksi siluman gitu. Cuma tetap tenang dan kalem walaupun kaeadaan emang lagi panas.
  2. Laporkan transaksi Fraud ke pihak Bank terkait. Kalo di kasus saya pihak Bank yang memang langsung menghubungi saya agar kasus Fraud nya segera di tindak lanjuti.
  3. Secepatnya kalian mengirimkan dokumen-dokumen yang diminta oleh pihak Bank agar Fraud Kartu Kredit kalian segera di proses.
  4. Catat transaksi yang Fraud. Seperti yang saya tuliskan di kertas pernyataan yang diminta oleh Pihak Bank.
  5. Tetap hubungi pihak Bank untuk menanyakan status laporan kalian. Jadi tetap pantau prosesnya, jangan santai-santai banget.

Baiklah friends, saya sempat menanyakan pada CS Bank pada saat mereka memberitahukan bahwa KartuKredit terkena Fraud, saya menanyakan kira-kira kenapa hal ini bisa terjadi. Awalnya, saya pikir ini terjadi karena mungkin sewaktu di Turki saya ada membeli parfum  dan pembayaran nya menggunakan kartu kredit. Ternyata, mas CS menyampaikan “biasanya ini terjadi ketika ibu pernah transkasi online”, terus saya mikir kapan pernah melakukan transaksi online, lalu masnya bertanya, “apakah ibu pernah melakukan transaksi online di *R******A menggunakan kartu kredit?” And “I said Yes (kaya dilamar aja hahaha)” dan emang saya mendaftarkan kartu kredit saya secara online di platform tersebut, karena males ribet. jadi memang kita perlu berhati-hati dalam bertransaksi online. Ya mungkin saja aman, tapi tetap kita perlu waspada. Jujur saja, semenjak terkena kasus Fraud saya ga pernah lagi menggunakan Kartu Kredit untuk pembayaran online. Masih trauma sih lebih tepatnya.

selanjutnya saya akan membagikan Tips agar aman bertransaksi menggunakan Kartu Kredit.

  1. Jangan pernah membagikan nomer CCV ( 3 angka di belakang kartu kredit ) kepada siapapun, ccv ini sifatnya sangat private, bener-bener harus dijaga kerahasiannya. Jangan bertahukan pada siapapun like siapapun guys. Harus tetep kalian sendiri yang tau.
  2. Jika ingin berbelanja dan bertransaksi online, pastikan situs tersebut trusted, dan memiliki one time pin, dan pin yang dikirim langsung ke nomor handphone kita. Tapi tetap saya rasa untuk belanja online ini kita harus bener-bener hati-hati deh. Ini hanya himbauan saja.
  3. Jangan pernah menyimpan data kartu kredit kita dalam website. Saya mendaftarkan kartu kredit saya pada platform tempat saya bertransaksi online kartu kredit, niatnya biar ga ribet dan repot eh ternyata malah sebenarnya sangat tidak disarankan.
  4. Pastikan browser dalam private mode dan selalu hapus cookies dan data setelah bertransaksi online.
  5. Jangan pernah mengunduh file dari sumber yang tidak jelas dari internet.

Baiklah friends, itulah tadi beberapa hal yang perlu kalian lakukan ketika tetap ingin bertransaksi online, agar Kartu Kredit kalian tidak terkena Fraud. Walaupun secara personal saya menghimbau saja untuk tidak menyimpan data Kartu Kredit untuk transaksi online di e-commerce atau di app online, karena semenjak kejadian tersebut saya sangat waspada dan memutuskan untuk tidak menggunakan Kartu Kredit ketika bertransaksi online.

Jadi, memang bersyukurnya saya adalah proses yang dibutuhkan untuk kasus ini tidak sampai sebulan pengurusan. Ada banyak artikel mengenai Credit Card Fraud yang mereka harus selesai mengurus hal ini sampai dengan 5 bulan. Bahkan, ada beberapa kasus yang mereka harus tetap bayar dan membayar bunga karena tagihan di bulan berikutnya belum juga terhapus. Let’s say saya cukup beruntung dalam kasus ini, walaupun jujur saja sampai keluar tagihan di bulan November saya masih rada nervous gitu. Lalu setelah semua selesai pihak Bank terkait mengganti Kartu Kredit dengan yang baru, dengan nomor kartu yang berbeda, karena yang sebelumnya dilblokir permanen karena kasus Fraud itu. Tapi, no matter what semoga kita semua terhindar dari cyber crime seperti ini ya. Semoga buat kalian yang punya kartu kredit atau yang mungkin baru berfikir untuk menggunakan kartu kredit bisa lebih waspada kedepannya dalam penggunaan kartu kredit kalian, dan semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian yang membacanya. Sekian dan Terima Kasih.

Love, Vira

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top