Self-Control (Kontrol Diri)

 Artikel

Dalam hidup kita akan selalu menemukan permasalahan, intinya selama nafas masi berhembus, selama itu juga manusia akan menghadapi permasalahan, entah itu permasalahan yang ringan atau yang berat, atau sebenarnya bukan masalah yang perlu di permasalahkn tapi di buat menjadi masalah, ribet ya? Hahaha

Oleh karena itu, kita manusia harus terus belajar dari masalah-masalah yang muncul dalam kehidupan kita, dan belajar untuk menyikapi setiap permasalahan secara bijkasana entah itu baik ataupun buruk. Akan selalu ada hikmah atau pelajaran yang bisa kita ambil dari setiap permasalahan yang kita hadapi. Menjadi tua itu PASTI, menjadi dewasa itu PILIHAN, kebijaksanaan dan kedewasaan kita sebagai manusia dapat dilihat dari bagaimana kita menyikapi dan menyelesikan sebuah permasalahan. Disini kita perlu banget untuk belajar Self-Control. Kita sebagai manusia harus mampu memiliki kecakapan untuk menaklukan diri sendiri juga mengontrol setiap tindakan, omongan dan lain sebagainya.

Apa kah penting belajar Self-Control? Perlu ga sih manusia memiliki Self-Control?

Jawabannya “ PENTING DAN PERLU”

Definisi Self-Control atau Kontrol Diri

First of all kita perlu tahu dulu apa itu Self-Control?

Self-Control secara harfiah diartikan sebagai Kontrol Diri atau Pengendalian Diri yang ada dalam diri manusia. Pada dasarnya, manusia itu perlu untuk mempunyai kemampuan untuk mengendalikan diri sendiri. Berikut pengertian Self-Control yang di kutip dari beberapa buku :

Menurut Chaplin (2011) kontrol diri adalah kemampuan untuk membimbing tingkah laku sendiri dalam artian kemampuan seseorang untuk menekan atau merintangi impuls-impuls atau tingkah laku impuls. Kontrol diri ini menyangkut seberapa kuat seseorang memegang nilai dan kepercayaan untuk dijadikan acuan ketika bertindak atau mengambil suatu keputusan. Impuls merupakan rangsangan atau gerak hati yang timbul dengan tiba-tiba untuk melakukan sesuatu tanpa pertimbangan.

Menurut Goldfried dan Merbaum (1973), kontrol diri merupakan suatu kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa individu ke arah konsekuensi positif. 

Berdasarkan pengertian diatas bisa kita simpulkan bahwa Self-Control atau Pengendalian Diri itu merupakan kemampuan seseorang mengendalikan dirinya atau manaklukan dirinya sendiri dari rangsangan atau gerak hati maupun pikiran yang timbul tanpa pertimbangan.

Aspek dan Dimensi Kontrol Diri 

Menurut Calhoun & Acocella (1990), terdapat tiga aspek kontrol diri, yaitu sebagai berikut:

  1. Kontrol perilaku (Behavior Control). Merupakan kesiapan atau kemampuan seseorang untuk memodifikasi suatu keadaan yang tidak menyenangkan. Kemampuan mengontrol perilaku dalam hal ini berupa kemampuan untuk menentukan siapa yang mengendalikan situasi, dirinya sendiri, orang lain, atau sesuatu di luar dirinya.
  2. Kontrol kognitif (Cognitive Control). Kemampuan individu untuk mengelola informasi yang tidak diinginkan dengan cara menginterpretasi, menilai, atau memadukan suatu kejadian dalam suatu kerangka kognitif sebagai adaptasi psikologis atau untuk mengurangi tekanan. 
  3. Kontrol dalam mengambil keputusan (Decision Making). Kemampuan untuk memilih suatu tindakan berdasarkan sesuatu yang diyakini atau disetujui.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kontrol Diri

Ghufron (2010) memaparkan bahwa Faktor kontrol diri dipengaruhi oleh dua faktor yaitu:

  1. Faktor Internal

Faktor internal yang ikut andil terhadap kontrol diri adalah usia. Semakin bertambah usia seseorang, maka semakin baik kemampuan mengontrol diri seseorang. Dengan demikian faktor ini sangat membantu individu untuk memantau dan mencatat perilakunya sendiridengan pola hidup dan berfikir yang lebih baik lagi. Hal ini berkaitan dengan kemasakan kognitif yang terjadi selama masa pra sekolah dan masa kanak-kanak secara bertahap dapat meningkatkan kapasitasindividu untuk membuat pertimbangan sosial dan mengontrol perilaku individu tersebut. Dengandemikian ketika beranjak dewasa inidividu yang telah memasuki perguruan tinggi akan mempunyai kemampuan berfikir yang lebih kompleks dan kemampuan intelektual yang lebih besar.

2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal ini diantaranya adalah lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga terutama orang tua menentukan bagaimana kemampuan mengontrol diri seseorang. Sebagai orang tua kita dianjurkan menerapkan sikap disiplin terhadap anak sejak dini. Dengan mengajarkan sikap disiplin terhadap anak, pada akhirnya mereka akan membentuk kepribadian yang baik dandapat mengendalikan perilaku mereka. Disiplin yang diterapkan orang tua merupakan hal penting dalam kehidupan, karena dapat mengembangkan kontrol diri dan self directions sehingga seseorang bisa mempertanggungjawabkandengan baik segala tindakanyang dilakukan. Individu tidak dilahirkan dalam konsep yang benar dan salah atau dalam suatu pemahaman tentang perilaku yang diperbolehkan dan dilarang

Sejatinya Self-Control ini sangat perlu untuk dipelajari, memang tidak semudah teori, mungkin saja dalam prakteknya manusia akan mengalami kegagalan karena memang dalam praktek nya tidak semudah kita memaparkan secara teori, tapi kembali lagi pada diri kita masing-masing, saya rasa jika kita memang beniat untuk menjadi manusia yang berkualitas dan jelas lebih baik, kita pasti akan terus belajar memperbaiki diri dan mempelajari hal- hal positif seperti ini. Jika manusia tidak memiliki Kontrol Diri yang baik, itu akan sangat berdampak bagi manusia tersebut dan orang-orang di sekelilingnya. Ada satu wise-word yang berbunyi, If You Learn Self-Control you can master anything, yang artinya “Jika kamu belajar Kontrol-Diri maka kamu bisa menguasai apa saja”. ketika kita belajar untuk mengontrol diri maka kita juga belajar untuk menaklukan diri sendiri, percayalah menaklukan gebetan ga sesulit menaklukan diri sendiri, karena menaklukan diri sendiri  itu merupakan pembelajaran seumur hidup, setuju kan?

Dalam interaksi social, Self-Control atau Kontrol Diri ini memang sangat berdampak. Pada dasarnya respon kita dalam menyikapi sesuatu keadaan akan berbeda-beda, tapi mulai sekarang usahakan semaksimal mungkin untuk mengontrol diri kita bahkan dikeadaan tersulit, tidak mudah tapi bukan tidak mungkin. Selalu lakukan hal yang benar ketika kamu mengetahui perbedaan antara salah dan benar. Teruslah untuk belajar memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas diri dengan hal hal baik. Seiring bertambahnya usia, marilah kita lebih mawas diri dan lebih banyak intropeksi diri agar kita menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Lebih bijaksanalah dalam bersikap dan dewasalah, karena menjadi dewasa itu pilihan.

At the end, semoga artikel yang saya bagikan ini bermanfaat bagi para pembaca juga bisa mengajak para pembaca untuk memperbaiki diri dan juga terinspirasi untuk tetap melakukan kebaikan dan menyebarkan kebaikan di bumi ini, jangan lupa untuk share tulisan ini jika pembaca berfikir mungkin lewat tulisan ini kita bisa terinspirasi dan mulai berfikir untuk memperbaiki diri kita sendiri. Ingat! perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri lalu secara tidak langsung kita akan tularkan kepada orang-orang disekliling kita. Let’s share positive vibes.

Refferences :

  • Acocella, J. R., & Calhoun, J. F. 1990. Psychology of adjustment human relationship. New York: McGraw-Hill. Goldfried, M.R., & Merbaum, M. 1973. Behavior change through self-control. Oxford: APA.
  • Chaplin, J.P. 2011. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Rajagrafindo Persada
  • Gufron, M.N., & Risnawati, Rini. 2010. Teori-Teori Psikologi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

2 thoughts on “Self-Control (Kontrol Diri)”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top